HomeSearch for 'Pelayanan'

Pelayanan - Catatan, Sharing and more…

TIDAK SEKEDAR MENGOBATI

Posted in Articles on 28th March 2011

dokter melayani

Kemarin, kira-kira menjelang maghrib telpon rumah berdering. Istriku yang mengangkat telpon karena saya baru saja selesai mandi. Biasanya jam-jam seperti itu Kakek Sumedang yang suka telpon. Terdengar istriku menyampaikan terima kasih pada sang penelpon lalu menutupnya. Setelah ditanya ternyata Istriku baru saja menerima telpon dari Pegawai apotik tempat dimana 3 hari hari berobat. Ternyata pegawai itu ditugasi sang Dokter untuk menelpon istriku dan menanyakan kondisi sakit setelah berobat.

Baru kali ini rasanya kami menerima perhatian kecil dari seorang Dokter pasca berobat. Perhatian kecil ini punya efek yang luar biasa bagi kami sebagai pasien. Ternyata hal mungkin ini salah satu jawaban atas semua pertanyaan di benak Saya atas ramainya antrian pasien pada Sang Dokter yang tidak terlalu lama praktek di Apoktik tersebut.

Alkisah, Tiga hari sebelumnya istriku sakit batuk yang cukup merepotkan (dua hari ga bisa tidur). Beberapa obat batuk yang biasanya manjur juga tidak mempan. Karena mulai ada demam, akhirnya saya bawa ke Dokter  tersebut walaupun sebenarnya kita belum pernah berobat kesana. Selain penasaran pada Dokter tersebut, ada kabar  Dokternya bagus.

Menurutku tempat prakteknya tidak terlalu besar. Ruang tunggunya kurang nyaman karena posisinya langsung berhadapan dengan jalan raya dan tidak tertutup. Sehingga musim angin seperti sekarang ini membuat pasien harus rela kena angin disaat kurang sehat. Jumlah antrian pasiennya terbilang cukup istimewa. Setiap hari kerja pukul 16.30 antrian pasien sudah mulai berdatangan. Bayangkan, ketika Saya mendaftar saja  sudah pada No. antriannya 30. Perawat bilang untuk antrian 30 biasanya baru pukul 20-an malam terlayani. Saya mencoba peruntungan untuk datang lebih awal,  eh memang dasar rejeki istriku, ternyata terlayani diurutan ke-dua karena yang lain belum pada datang.

Setelah dipanggil untuk masuk keruangan periksa, Saya melihat seorang Dokter Cantik muda (sekitar 35th-an). Sang Dokter mempersilahkan kami  untuk masuk. Saya perhatikan dari caranya memeriksa serta mendiagnosa bisa dikatakan rasa cukup teliti dan kelebihan lainnya komunikatif. Anakku yang sengaja dibawa juga ikut diperiksa ada gejala  ketularan.  Setelah bincang-bincang sebentar mengenai obat yang sudah di minum,  Sang Dokter langsung memberikan dua resep. Satu untuk istriku dan yang satunya lagi untuk anakku. Alhamdulillah sekarang istriku sudah sembuh tinggal pemulihan stamina dan anakku juga tidak jadi ketularan walaupun kata Sang Dokter sudah ketularan (masa inkubasi). Termasuk Saya yang juga tidak ketularan setelah mendapat tips agar tidak tertular dari sang Dokter.

Ada beberapa pelajaran mungkin yang bisa saya ambil dari kisah kecil di atas :

1.  Melayani sepenuh hati

Walaupun sudah kewajibannya, tapi mungkin kadang-kadang kita pernah dilayani seadanya. Tanpa komunikasi yang cukup bahkan terkesan tidak ramah dengan informasi yang sangat kurang. Bagaimana perasaan anda jika di posisi seperti itu?Pasti tidak enak khan :-) .  Nah, dalam pekerjaan apapun memberikan yang terbaik akan pasti akan ada efek langsung maupun tidak langsung dari perbuatan kita itu. Yang pastinya  kita sudah dapat memenuhi keinginan pelanggan (perceive customer’s value).

2.  Tetap memberi perhatian setelahnya

Mungkin sering terlupakan bahwa pelanggan juga membutuhkan lebih dari sekedar hanya memenuhi keinginannya. Mendapatkan sesuatu yang lebih bernilai walaupun itu kecil membuat pelanggan menjadi semakin yakin akan pilihannya.  Menjadi Loyal Customer tentunya akan menjadi suatu pilihan yang tidak diragukan olehnya. Jika hal ini berkaitan dengan reputasi pribadi maupun perusahaan,  secara tidak langsung kekuatan “word of mouth” pasien akan menjadi sarana promosi gratis  Sang Dokter.

Mudah-mudahan dari cerita kecil ini kita dapat mendapatkan hikmah dan menerapkannya dalam hal-hal kecil untuk meningkatkan kualitas kerja  pekerjaan kita sesuai bidangnya masing-masing. . . :-)