Harga emas dunia beberapa waktu yang lalu sempat mencapai 1000 Dollar AS . Namun sekarang sudah mulai melandai walau masih pada kisaran 1000 Dollar AS. Data penutupan kamis kemarin di GoldPrice.Org menunjukan kisaran angka 986 Dollar AS. Yang menarik disini adalah tren harga emas yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga berinvestasi emas menjadi salah satu intrumen investasi yang menarik.
Selain tanah dan bangunan, emas dijadikan sebagai salah satu tangible aset yang digunakan sebagai intrumen investasi yang menjanjikan. Bayangkan saja, suatu waktu Saya pernah menanyakan berapa harga emas yang biasa di pakai Mamahku pada saat membelinya. Beliau bilang Rp. 25.000,-/gram !! (Saya lupa kapan tahunnya…). Saya juga masih sangat ingat ketika membeli mas kawin untuk Istriku tercinta di tahun 2004, yaitu kisaran Rp.100an ribu/gr. Coba bandingkan dengan harga sekarang yang sudah kisaran angka Rp. 300an ribu/gr.
(more…)
Menjelang Januari effect biasanya dijadikan momentum bagi pasar modal dalam mengambil ancang-ancang posisi pasar ke depan. Demikian juga dengan pasar emas, tampaknya menyambut Natal dan Tahun Baru ini harga emas sedikit menurun. Menurut Detikfinance bahwa memang terjadi penurunan 20-30 ribu per gram. Hasil pengamatan mereka di pasar Tawangmangu terbukti bahwa harga emas 24 karat turun menjadi Rp 320 ribu per gram dari kisaran Rp. 350 ribu. Sedangkan untuk emas 22 karat sekitar Rp 230 ribu per gram dari kisaran Rp.250 ribu. Hal ini juga selaras dengan terkoreksinya harga minyak secara perlahan dari titik tertinggi Seiring menguatnya dolar AS, harga minyak dan emas mengalami koreksi. Kedua komoditas itu secara perlahan turun dari titik tertingginya.dimana pada perdagangan di London, minyak light sweet pengiriman Januari turun 1,19 dolar menjadi US$ 71,48 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Februari turun 1,62 dolar menjadi US$ 72,67 per barel.
(more…)